Saya pernah baca satu kasus yang sangat menarik dari sebuah artikel di Internet tentang orang Cina yang disiksa dipenjara.
Sumber artikelnya sebenanrya sangat tidak jelas darimana karena tidak dicantumkan nama orang cina tersebut dan siapa narasumber yang menceritakan kejadian tersebut. Tapi artikel itu mengklaim bahwa itu adalah kisah nyata.
Berikut kisahnya:
Jadi ada orang kristen yang dipenjara di Cina karena imannya kepada Yesus. Dia adalah orang kristen yang sungguh-sungguh. Waktu di penjara dia dan rekan-rekannya disiksa tanpa henti, siang dan malam. Mereka disiksa dengan semprotan air dingin sepanjang malam, peyiksaan fisik dan mental terus dilakukan. Kalau orang bekerja masih punya waktu untuk istirahat, tapi mereka ini ibaratnya tidak punya waktu untuk beristrahat. Setelah 3 Tahun disiksa seorang dari orang kristen ini akhirnya tidak mampu lagi menahan penyiksaan tersebut. Maka dia berdoa sebelum membenturkan kepalanya ke dinding penjara dan akhirnya meninggal.
Diluar benar atau bohonya cerita tersebut, saya pikir ini bisa menjadi acuan, analogi dan bahkan referensi yang bagus untuk mengambarkan bahwa hanya Tuhan yang tahu apa yang orang itu sedang rasakan.
Yang menggelikkan itu sebenarnya peryataan-peryataan orang kristen yang menghakimi yang mengatakan bahwa kalau mau ikut Yesus ya harus pikul salib dan menyangkal diri dan kau akan dianiaya karena Aku.
Sebenarya kisah orang kristen Cina tersebut persis seperti kisah Samson yang diceritakan dalam perjanjian lama, bedanya Samson membawa orang lain(Filistin) mati bersamanya, sedangkan orang cina tersebut mati sendirian.
Saya pikir tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa Samson juga telah bunuh diri dan membawa orang lain bersamanya dan banyak tokoh kristen maupun pendeta yang membenarkan tindakan Samson dan itu sudah rencana Tuhan.
Jadi karena ini ada beberapa pertanyaan juga yang muncul tentang sebarapa konsisten Tuhan mengenai umatnya.
Perbedaan orang cina dan Samson ini sebenarnya apa? Mereka berdua sama-sama percaya Tuhan kok! Tapi kenapa tindakan bunuh diri Samson lebih dibenarkan oleh orang-orang kristen dan bahkan memuji Tuhan dengan memberikan Samson kekuatan untuk bunuh diri?
Apakah karena kisah Samson tertulis di Alkitab maka orang kristen membenarkan Samson; sedangkan orang Cina tersebut tidak?
Ataukah Tuhan sudah mulai inkonsisten dan memilih kasih? Sehingga Tuhan hanya membiarkan Samson yang bunuh diri dan yang lainnya tidak?
Bukankah karena Tuhan mengasihi Samson sehingga dia memanggilnya dengan cara yang demikian?
Samson dibenarkan tidakannya meskipun dia bunuh diri, sedangkan orang kristen lainnya disebut pecundang dan penghujat karena bunuh diri. Seperti itu?
Bagaimana kalau kita tukar posisi Samson dan orang cina tersebut?
Kita sebut saja orang cina itu Shamchin dan kisah Shamchin tercatat di Alkitab sementara kisah Samson tidak.
Jadi kisah Alkitab menyebutkan bahwa Shamchin bunuh diri karena telah disiksa bertahun-tahun dan Shamchin berdoa kepada Tuhan sebelum ia membenturkan kepalanya ke tembok. Jadi Samchin dipanggil Tuhan dengan cara demikian karena Tuhan mengasihi Shamchin dan tak ingin Shamchin menderita lebih lama.
Sedangkan Samson membunuh dirinya dan banyak orang karena juga telah disiksa, sebelum Samson bunuh diri ia juga berdoa kepada Tuhan.
Saya berani taruhan bahwa orang-orang kristen akan lebih membenarkan kisah Shamchin yang tertulis di Alkitab daripada Samson yang sudah bunuh diri dan malah membunuh banyak orang ikut bersamanya.
Itu jika mereka bertukar posisi!
Kembali lagi ke faktanya!
Apakah karena orang cina itu tidak mampu menghadapi siksaan sehingga itu menjadi kesalahannya?
Ataukah Tuhan merasakan apa yang ia rasakan sehingga Tuhan memanggilnya dengan cara yang beda dari kebanyankan orang percaya karena Tuhan mengasihi orang Cina itu??
Bunuh diri Sorga atau Neraka?
Di dalam keterbatasan manusia, ada kasih Allah yang sanggup mengatasi kelemahan dan keterbatasan kita. Dosa yang orang cina lakukan itu secara rohani bisa dikatakan "berat" atau "parah"(Meskipun tidak ada tolak ukur mengenai dosa), tetapi dia masih bisa diampuni.
Lalu apa dasarnya orang cina itu bisa diampuni?
Bertentangan dengan kepercayaan banyak orang, akses ke surga di dalam kristen tidak ditentukan oleh bobot perbuatan baik seseorang vs perbuatan buruk. Keselamatan dalam Alkitab didasarkan pada kepercayaan kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat:
"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan." - Roma 10:9
Keselamatan itu adalah diselamatkan dari penghukuman Allah. Karya pengampunan Kristus itu sanggup membasuh dan menyucikan dosa yang berat sekalipun yang telah kita lakukan:
"Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." - Yesaya 1:18
Tuhan Yesus sendiri sudah bilang:
"Marilah kepada Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." - Matius 11:28
Meskipun Matius 11:28 tidak bisa ditafsirkan bahwa kelegaan itu adalah bunuh diri. Saya pikir kasih Tuhan juga tidak bisa dipersempit dengan penafsiran sempit manusia!
Setelah membaca kisah orang cina itu saya berpikir dan merenung. Mudah sekali kita menghakimi orang seperti itu yang kelihatannya mencari jalan pintas dan mengakhiri hidup, tapi kita sendiri tidak pernah memahami beban berat dan siksaan yang dia hadapi.
Ketika mendengar ada orang kristen yang telah bunuh diri, kita hanya sibuk menghakiminya dengan mengatakan, kok dia seperti itu? Kok dia pecundang? Dia telah menghujat Allah!
Tapi apakah kita pernah merenungkan kenapa Tuhan memanggilnya dengan cara seperti itu?
Apakah kita pernah memikirkan apa yang orang itu sedang rasakan sehingga dia mengambil jalan pintas?
Tidak! Kita hanya sibuk menghakiminya!
Pertanyaannya, apakah bunuh diri adalah dosa?
"Jelas bunuh diri adalah dosa!"
Apakah orang kristen yang bunuh diri diampuni dosanya?
Bertentangan dengan orang kristen kebanyakan, saya secara pribadi akan mengatakan; "Benar!" Dosa bunuh diri bisa diampuni, tapi itu bukanlah opsi atau pilihan. Kita tetap tidak memiliki hak untuk mengambil nyawa kita sendiri, itu adalah hak Tuhan.
Meskipun saya sedikit ragu ada orang kristen sejati yang bunuh diri, tapi saya tetap meyakini akan kasih Yesus yang telah Ia nyatakan dalam Alkitab.
Jadi menurut saya dengan objektifitas yang penuh; Meskipun seorang Kristen melakukan dosa, tindakannya itu tidak akan bisa mengakibatkan Allah mengingkari janji keselamatan-Nya berdasarkan iman. Dengan kata lain, seorang percaya sejati tidak akan pernah bisa kehilangan keselamatan.
Yang menjadi pertayaan juga adalah orang-orang kristen yang mulai mendikte Tuhan dengan memasukkan orang-orang kedalam neraka. Kita disuruh mengingatkan dan berjaga-jaga! Bukan melangkahi kehendak Tuhan dan menerakakan orang lain.
Nama Penulis : Riaen Karhystynk
Pekerjaan Penulis : Mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Hindu Denpasar dan pendiri Oha' Organization